Review

Info
Studio : 20th Century Fox
Genre : Action, Adventure, Horror
Director : Shane Black
Producer : John Davis
Starring : Boyd Holbrook, Trevante Rhodes, Jacob Tremblay, Keegan-michael Key, Olivia Munn, Sterling K. Brown,

Jumat, 14 September 2018 - 23:50:32 WIB
Flick Review : The Predator
Review oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 409 kali


Awalnya The Predator diniatkan sebagai reboot untuk franchise Predator. Tapi sang sutradara, Shane Black (Iron Man 3, The Nice Guy), yang sempat terlibat sebagai pemain dalam film orisinal rilisan 1997, memutuskan untuk melanjutkan saja kisahnya. Jadilah The Predator tidak hanya sebagai film keempat Predator, tapi juga sebuah film seorang Shane Black, yang sebagaimana kita ketahui, selalu kental dengan nuansa komedi gelap.

Selain beberapa referensi untuk film pertama dan kedua (mungkin juga ada yang ketiga?), The Predatorsebenarnya bisa dinikmati secara mandiri, karena asupan informasi yang disajikan naskah tulisan Black bersama Fred Dekker membuat alur bisa dinikmati tanpa harus menyimak dulu para pendahulunya.

Kisah The Predator biasa saja. Bahkan agak menggelikan sebenarnya (yang sepertinya memang diniatkan oleh Black). Seorang tentara, Quinn McKenna (Boyd Holbrook, Morgan), diamankan agen pemerintah bernama Will Traeger (Sterling K. Brown, This Is Us), karena dianggap menyimpan teknologi alien milik Predator yang sempat ditemuinya saat bertugas.

Sementara itu, sosok Predator lain, yang lebih tangguh dan lebih besar, ditugaskan untuk memburu barang yang sama. Quinn mengirim barang alien tersebut ke kediamannya dan sampai ke tangan putranya yang mengalami sindrom asperger, Rory (Jacob Tremblay, Wonder).

Akhirnya terjadi kisruh antara pihak-pihak ini yang melibatkan juga seorang ahli biologi, Casey Bracket (Olivia Munn, X-Men: Apocalypse), serta sekawanan tentara penderita PTSD yang secara tidak sengaja terjebak bersama Quinn, seperti Nebraska (Trevante Rhodes, Moonlight), Coyle (Keegan-Michael Key, Keanu) atau Baxley (Thomas Jane, Deep Blue Sea).

Dengan tempo melaju cepat, The Predator tidak ingin membuang waktu dengan rangkaian aksi yang terjadi secara intens dan mendebarkan di layar. Aksi Predator yang ganas dan kejam ditampilkan pula dengan efektif, sehingga tetap menegaskan bagaimanapun The Predator adalah film horor berbungkus aksi-petualangan.

Mengingat ini film seorang Shane Black, taburan celetukan-celetukan jenaka pun menghiasai di sana-sini, selain adegan komikal yang membuat film terasa segar dan tidak melelahkan diantara banjir aksi-laga dan teror.

Patut dipuji juga naskah yang menghadirkan karakter-karakter berkesan, bukan hanya sekedar menjadi calon potensial untuk dibantai oleh sang Predator. Memang tidak istimewa, tapi karakter-karakter ini terasa lekat dan bisa terelasikan dengan penonton film.

Hanya saja naskah efisien – dan editing yang menghasilkan tempo ultra cepat tadi – bukan tanpa masalah. Hasilnya film melesat tanpa nyaris menyisakan jeda untuk galian momen dramatik yang lebih efektif. Film terkadang terkesan steril dan sangat komersial, meminggirkan ruh humanis yang sebenarnya bisa saja menjadi tambahan bobot film. Seringan kapas, begitu mungkin sederhananya.

Tapi tak mengapa. Sebagai film hiburan ia menunaikan tugasnya dengan cukup baik. Di tambah barisan aktor yang kompeten dalam menghidupkan karakter-karakter arketipikal mereka. Kombinasi ini membuat The Predator menjadi tambahan yang cukup kompeten untuk franchise Predator.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.