Review

Info
Studio : Imagine Entertainment/Lionsgate
Genre : Action, Comedy
Director : Susanna Fogel
Producer : Brian Grazer, Erica Huggins
Starring : Mila Kunis, Kate McKinnon, Sam Heughan, Justin Theroux, Gillian Anderson

Rabu, 08 Agustus 2018 - 15:55:34 WIB
Flick Review : The Spy who Dumped Me
Review oleh : Amir Syarif Siregar (@Sir_AmirSyarif) - Dibaca: 365 kali


Diarahkan oleh Susanna Fogel – yang kembali duduk di kursi penyutradaraan setelah merilis film yang menjadi debut pengarahannya, Life Partners, pada empat tahun lalu, The Spy who Dumped Me berkisah mengenai Audrey Stockton (Mila Kunis) yang sedang merasakan kesedihan yang mendalam setelah ditinggal oleh sang kekasih, Drew Thayer (Justin Theroux). Dengan bantuan sahabat baiknya, Morgan Freeman (Kate McKinnon), Audrey Stockton akhirnya memutuskan untuk segera melupakan Drew Thayer guna dapat melanjutkan kehidupannya. Sialnya, sebelum Audrey Stockton dapat melakukannya, ia didatangi oleh dua pria yang mengaku sebagai agen rahasia Central Intelligence Agency, Sebastian Henshaw (Sam Heughan) dan Duffer (Hasan Minhaj), dan mengungkapkan bahwa Drew Thayer juga merupakan seorang agen rahasia serta keberadaannya sedang dicari karena dirinya menyimpan sebuah benda penting. Tidak disangka, benda rahasia yang disimpan oleh Drew Thayer tersebut tidak hanya dicari oleh kedua agen rahasia tersebut. Beberapa pihak yang berasal dari organisasi kriminal dunia juga turut mencari benda tersebut dan kini malah menjadikan Audrey Stockton sebagai sasaran mereka. 

 

Sebagai sebuah film aksi komedi, naskah cerita The Spy who Dumped Me yang ditulis oleh Fogel bersama dengan David Iserson sebenarnya dimulai dengan sangat baik. Dengan menitikberatkan pada elemen komedi, Fogel mampu mengolah filmnya menjadi sebuah presentasi yang begitu menghibur. Chemistry antara Kunis dan McKinnon tampil begitu hangat dan menjadi elemen krusial yang berhasil membentuk The Spy who Dumped Me menjadi cerita yang begitu mudah untuk disukai. McKinnon, khususnya, diberkahi dengan karakter yang memiliki barisan dialog komikal yang berhasil ia eksekusi dengan sempurna. Meskipun karakternya seringkali terasa tidak dimanfaatkan secara lebih maksimal – dan hanya menjadi pendamping bagi karakter Audrey Stockton yang diperankan Kunis, namun McKinnon jelas mampu membuktikan bahwa dirinya adalah bintang utama dari film ini.

Sayangnya, seiring dengan perjalanan durasi pengisahan film, The Spy who Dumped Me secara perlahan mulai kehilangan fokus pengisahannya. Hal ini cukup dapat dirasakan pada paruh pertengahan film dimana The Spy who Dumped Me memasukkan beberapa karakter dan konflik tambahan serta merubah nada pengisahannya dengan dominasi aksi yang lebih banyak namun tidak mampu diolah dengan baik sehingga pengisahan film lebih sering terasa membingungkan dan cenderung membosankan. Fogel sendiri juga kemudian terjebak dengan kualitas stagnan yang muncul dalam naskah cerita film yang ditulisnya. Meskipun masih mampu hadir dengan beberapa momen menyenangkan – yang kebanyakan muncul dari dialog komikal yang dilontarkan oleh karakter-karakter film ini, The Spy who Dumped Me lebih sering hadir dengan ritme cerita yang begitu berantakan. Dan dengan durasi pengisahan yang berjalan hampir selama 120 menit, The Spy who Dumped Me jelas gagal untuk tampil menyenangkan.

Departemen akting The Spy who Dumped Me hadir dalam kualitas yang memuaskan. Selain Kunis dan McKinnon, Theroux, Heughan, dan Minhaj mampu menghidupkan karakter-karakter mereka dengan baik. Sayang elemen romansa yang melibatkan karakter yang diperankan Kunis dan Heughan tidak pernah diberikan fokus yang kuat yang membuat porsi pengisahan tersebut menjadi hambar dan terasa sia-sia kehadirannya. Begitu juga dengan kahdiran Gillian Anderson yang juga tidak mampu dimanfaatkan dengan lebih baik. The Spy who Dumped Me mungkin akan terasa lebih efektif jika Fogel memilih untuk memberikan fokus yang lebih baik pada elemen komedi pada pengisahan film – dan memanfaatkan kehadiran McKinnon yang memang cemerlang secara lebih maksimal. Bukan sebuah presentasi yang benar-benar buruk namun jelas membuang kesempatan untuk tampil menjadi sebuah komedi yang lebih gemilang.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.