News Content

FlickReview - Hari Untuk Amanda
Posted by: Titis Sapto Raharjo
  on Jan 9, 2010

Review: Hari Untuk Amanda

There's someone that you want so much, and there's someone that you need most. In the end, you should pick one between them.

Semua tampak berjalan lancar untuk Amanda (Fanny Fabriana). 10 hari menjelang pernikahannya, undangan sudah dicetak dan siap disebar ke kerabat. Persiapan sudah matang, jikalau ada yang menganggu persiapan pernikahannya hanyalah hal kecil seperti ketidakcocokan makanan yang akan dihidangkan antara Doddy (calon suaminya, diperankan oleh Reza Rahadian) dan Amanda untuk resepsi nanti, atau kesibukan Doddy di kantor sehingga membuat beberapa hal harus ditunda sampai Doddy bisa meluangkan waktunya. Tapi untuk kesiapan hati, Amanda sudah yakin memilih Doddy menjadi pasangan hidupnya kelak.

Kesiapan hati Amanda yang sedianya sudah teguh memilih Doddy seketika goyah ketika datang sebuah box di depan rumahnya. Amanda yang tercekat melihat box itu kemudian membukanya dan melihat benda-benda yang ada didalamnya. Seketika masa lalu terbayang di benak Amanda. Masa lalu yang ia bina bersama seseorang yang mengirimkan box itu. Hari (Oka Antara), mantan pacar Amanda selama 8 tahun lamanya sejak SMU. Ia dan Hari harus mengakhiri hubungannya setahun yang lalu, dalam setahun ini kemudian Amanda bertemu Doddy dan memutuskan untuk menikah.

Pertanyaannya, apakah Amanda sudah rela melepaskan Hari yang selama 8 tahun selalu menghiasi hari-hari Amanda dengan segala kenangan baik itu indah maupun yang buruk? Bahkan Amanda pernah berkata bahwa tidak ada orang selain Hari yang akan bersanding disebelahnya ketika ia melangsungkan pernikahan nantinya. Box yang datang di pagi hari di rumah Amanda itu seakan membuatnya kembali memikirkan keputusan yang sudah diambilnya. Apakah benar keputusan menikah dengan Doddy adalah keputusan yang tepat? Dimana Doddy selalu sibuk ketika Amanda membutuhkannya, ketika 10 hari menjelang pernikahannya, Doddy malah semakin larut dengan pekerjaannya?

Photobucket Photobucket

Amanda yang memang sudah menetapkan hati kepada Doddy mencoba untuk menemui Hari untuk terakhir kalinya, dengan harapan ia bisa memberikan penjelasan kepada Hari bahwa ia sudah memilih Doddy sebagai pasangan hidupnya kelak. Namun yang terjadi malah sebaliknya, Amanda terjebak di situasi yang salah. Doddy yang sedianya bisa meluangkan waktu untuk mengantar undangan, mendadak membatalkan rencana. Amanda akhirnya memilih Hari untuk diajaknya mengantar undangan kepada para kerabat dan orang-orang terdekat Amanda dan Doddy, dengan harapan Hari akan tersadar bahwa pernikahan yang akan dijalani mantan kekasihnya ini adalah nyata, dan ia harus secepatnya melupakan Amanda.

Harapan yang hanya tinggal harapan, kesempatan pergi berdua dengan Amanda malah membuat Hari ingin menunjukkan kalau ialah orang yang tepat untuk Amanda. Hari berhasil membuat Amanda tersadar bahwa Hari adalah seseorang yang ia inginkan. Alhasil sebuah reuni kecil merayakan cinta mereka kembali yang tergambar dalam kesempatan mereka berdua itu. Sangat menarik untuk disaksikan, di akhir film Amanda akan memilih siapa untuk bersanding di hari pernikahannya.

Photobucket

Menonton Hari Untuk Amanda, mau tidak mau menghubungkan penonton ke masalah sama yang terjadi di sekitar mereka. Sebuah masalah yang sangat umum terjadi untuk siapapun yang ingin melangsungkan menikah dan segala macam permasalahan didalamnya. Persiapan menuju pernikahan sangat penting, selain persiapan secara fisik, kita juga harus siap secara mental. Mental itulah yang terpenting dari semuanya. Kasus Hari, Doddy dan Amanda adalah salah satu contoh klasik yang bisa dialami siapapun menjelang pernikahannya.

Hari Untuk Amanda mengajarkan wanita yang menontonnya untuk tidak tergoda secara hati dengan hal-hal kecil ataupun masa lalu yang bisa membuyarkan segala hal yang sudah dipersiapkan dengan matang, dan mengajarkan pria untuk berkomitmen sepenuhnya untuk apapun yang mereka sudah lakukan, dalam hal ini skala prioritas dan ketegasan harus dikedepankan.

Sebuah drama romantis yang tergarap dengan apik, dikala perfilman nasional berada dalam kondisi yang kurang baik karena film-filmnya yang tidak bermutu. Dua jempol saya layangkan kepada sutradara muda berbakat, Angga Dwimas Sasongko dan dua penulis skenario, Salman Aristo dan Ginatri S. Noer yang membuat Hari Untuk Amanda menjadi wajib untuk disaksikan di layar lebar. (TS)

Rating: 7,5 dari 10

| More
blog comments powered by Disqus