Air Terjun Pengantin, Banjir Peluh Penonton
Oleh: Bobby Batara
Yoen K, produser eksekutif rumah produksi Maxima Pictures sedikit mengeluh saat pemutaran film “Maling Kutang” untuk wartawan. “Aduh, kalau bikin film komedi ngga ngerti dah gua,” ucapnya beberapa pekan silam di gedung Djakarta Theater. “Tapi kalau buka-bukaan boleh dah,” lanjut Yoen K lagi.
Komentar itu bukan omong kosong. Dua tahun belakangan Maxima memang dikenal lewat produknya yang kerap bikin jantung pria (straight) degdegan. Film-film keluaran sang pabrik identik dengan sensualitas yang ditonjolkan para pemainnya. Setelah sempat beberapa judul mengandalkan biduanita Dewi Perssik mulai dari “Tali Pocong Perawan” hingga “Susuk Pocong”), Maxima kini mencoba melakukan inovasi. Tak lagi menggunakan nama sang pedangdut kini giliran nama pelakon senior Tamara Bleszinsky dicoba menjadi jualan ampuh untuk produk anyar yang bertajuk “Air Terjun Pengantin”.
Maka awal Desember 2009, mendadak film yang digarap oleh sutradara Rizal Mantovani ini menjadi buah bibir publik. Bintang berdarah Polandia itu tampil dengan aura sensual yang maksimal alias agak buka-bukaan. Demikian pula dengan aktris lain yang juga nongol di film bergenre slasher itu. Alih-alih mau menyuguhkan kekerasan yang sarat dengan muncratan darah, yang ada malah jeroan bertebaran sepanjang adegan. Aduh, mana tahan.

Di film ini ceritanya Tamara kebagian peran sentral, yakni sebagai gadis bernama Tiara. Di masa lalu rupanya dia pernah mengalami kecelakaan hingga mengalami trauma berada di tempat gelap. Suatu hari, bareng sang kekasih dan keponakannya, Tiara mengajak beberapa teman berlibur di sebuah pulau nan elok. Ternyata di sana malah tersimpan misteri yang dapat mengancam keselamatan Tiara berserta rombongannya.
Sejak awal, film ini ingin menyuguhkan kisah yang penuh darah. Agaknya, nama Rizal Mantovani boleh menjadi garansi. Apalagi sebelumnya pria yang selalu bertopi ini cukup piawai untuk menyuguhkan ketegangan lewat sejumlah karya macam “Jelangkung”, trilogi “Kuntilanak” hingga “Mati Suri”. Kali ini premisnya para aktor harus berhadapan dengan pembunuh berdarah dingin yang wara-wiri di sebuah pulau sunyi. Sudah terbayangkan di benak jika sang tokoh antagonis tak segan-segan untuk berlaku sadis.
Tapi tunggu dulu. Ternyata Rizal harus berkompromi dengan selera produser yang menaunginya. Seperti dijelaskan di atas, reputasi produser yang mengongkosinya tak segan-segan untuk menyuguhkan tontonan dewasa. Sebagai produk komersial tentu saja bumbu yang disuguhkan dalam film ini sangat memenuhi syarat. Sejak scene pertama saja penonton sudah disuguhi dengan pemandangan Tamara bangun tidur dengan hanya dibalut dua potong pakaian dalam. Kira-kira mirip model yang muncul di katalog Victoria's Secret. Setelah itu adegan busana bikini di pantai menjadi suguhan yang memanjakan mata. Sebagai bonusnya, para pemain tampil tanpa busana saat beradegan mandi di shower.

Apa boleh buat. Beginilah kiat yang selalu dipegang teguh oleh Maxima Pictures. Setelah melontarkan wacana untuk mengajak main film bintang bugil Maria Ozawa alias Miyabi, kini mereka menyuguhkan sejumlah bintang lokal sebagai pemanasan. Akibatnya, genre slasher yang digadang-gadang akan dieksekusi secara apik oleh Rizal Mantovani mendadak sirna. Sambil iseng-iseng sebelum menonton film ini, ada baiknya bikin taruhan: jantung degdegan lantaran adegan sadis atau karena melihat tubuh molek yang bertebaran di film ini.
Sekali lagi sederhana saja premis yang dipakai dalam film ini. Sekelompok anak muda yang harus bertahan hidup dari kejaran pembunuh sadis. Klise bukan? Jadi, tak usah serius-seriuslah menontonnya. Bayangkan saja bagaimana dengan versi 3gp-nya gan. (BB)
*Flickticle adalah salah satu fitur baru berita kami, berisi tentang artikel mendalam menurut sudut pandang penulis tentang sebuah topik seputar perfilman. Terbuka untuk siapapun untuk menulis sebuah artikel yang berhubungan dengan dunia perfilman. Bagi yang berminat silahkan kirim artikel anda ke kami di flick.magazine@yahoo.com