The first kind, penglihatan UFO, second kind, bukti-bukti muncul dan dikumpulkan, third kind, contact dengan makhluk ET, dan yang terakhir, fourth kind, ketika terjadi abduction(penculikan).
Film yang menyatakan diri berdasar pada even nyata dan kemudian didramatisasi oleh Milla Jovovich ini menawarkan satu cara penceritaan film science fiction yang unik. Menggabungkan footage-footage video kamera dan dibandingkan dengan visualiasasi yang direka ulang. Tak mungkin menulis review ini tanpa memberikan spoiler apa yang terjadi dalam film ini, artikel ini mengandung spoiler (pembeberan plot cerita secara keseluruhan hingga ending).
Peringatan terakhir, spoiler di bawah
Di atas saya menuliskan kata film science fiction, dan memang benar, film ini tidak ada dasar faktanya, setelah mencari dan menemukan bahwa dr Abigail Tyler sebenarnya tidak eksis, dan kenyataan bahwa website-website yang mendukung ternyata dibuat dan terdaftar sebagai milik para produser, maka satu-satunya yang menarik dari film ini sudah hilang.
Memang ide yang baik dari sutradara Olatunde Osunsanmi mencoba menggabungkan footage-footage video (yang juga disutradarai oleh dia tentunya) dengan dramatisasi even ini. Ide ini boleh dibilang memiliki dasar yang sama dengan “Blair Witch Project” dan “Paranormal Activity” dengan mencoba menyajikan seolah-olah apa yang dilihat mereka adalah kenyataan.
Film ini memiliki tingkat ketegangan yang memuncak justru ketika footage-footage itu ditunjukkan, ketika adegan berpindah ke “dramatisasi” yang diperankan Milla Jovovich, film ini kehilangan sentuhannya. Pemilihan tema penculikan alien juga sebenarnya cukup basi. Mengingat tema ini sudah terlalu banyak di eksploitasi oleh seluruh dunia dan mencapai puncaknya ketika tema alien menjadi bahan untuk komedi.
Setiap tokoh utama kita menyebutkan “alien abduction” atau UFO sebagai penjelasan plot, setiap kali itu pula film ini serasa kehilangan pijakannya. Tema yang basi ditambah penggunaan kata yang konvensional tidak membantu film ini untuk menjaga keseimbangan ketegangannya. Ending plot yang mencoba twist justru mengantarkan film ini menjadi film tidak menarik. Plot yang disusun dari awal dibuang dan penonton disajikan satu solusi yang mengecewakan.
Fakta yang benar tentang film ini hanya kota Nome memang tidak bisa diakses lewat jalan raya darat. Dan tingkat orang hilang di kota ini memang tinggi, dan FBI mengunjungi kota ini dan mencapai kesimpulan bahwa orang hilang di sini berhubungan dengan landscape kota yang unik, dan cuaca dingin yang menyebabkan banyak yang mengemudi dalam keadaan di bawah pengaruh alcohol.